Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Deni Wicaksono bersikap tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah tidak langsung atau melalui DPRD. Sikap tersebut sejalan dengan posisi resmi PDI Perjuangan yang telah disampaikan secara terbuka ke publik.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menilai alasan biaya pilkada yang kerap dijadikan dasar perubahan sistem tidak bisa dibenarkan. Menurut dia, mahalnya pilkada seharusnya dijawab dengan perbaikan mekanisme, bukan mengubah hak pilih rakyat.
“Alasannya kan pilkada berbiaya mahal. Apakah kemudian dengan biaya mahal sistemnya dirubah? Kan tidak seperti itu. Perbaiki dong mekanismenya, penyelenggaranya, teknisnya, aturannya,” ucap dia.
“Biarkan rakyat mencatat bahwa PDI Perjuangan punya sikap yang tegas. Kalau kami kalah, kami akan mengakui undang-undang yang berlaku, tapi sikap kami jelas, pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat,” pungkas dia. [asg/suf]
